Senin, 02 November 2020

INDAHNYA MENGAMPUNI

 

INDAHNYA MENGAMPUNI

(Bahan Alkitab: Kejadian 45:1-14;

Matius 6:14-15 dan Matius 18:22-35)

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 7

 

A. Pengantar

Apakah kamu pernah mendengar nama Nelson Mandela? Ia adalah seorang tokoh pejuang Afrika Selatan yang memperjuangkan keadilan bagi kaum kulit hitam di Afrika Selatan yang ditindas dan diperlakukan secara tidak adil. Demi memperjuangkan nasib kaumnya, ia dipenjara lebih dari 20 tahun. Setelah Nelson Mandela dibebaskan dan memenangkan pemilihan umum di Afrika Selatan sehingga terpilih sebagai presiden, orang pertama

yang diundang untuk makan malam bersamanya adalah kepala penjara. Padahal dalam masa hukumannya, kepala penjara itu banyak merugikan dirinya. Ketika para wartawan mengajukan pertanyaan kepadanya: mengapa Anda memberi prioritas pada kepala penjara yang sering menyakiti Anda? Maka jawab Mandela:”Kamu harus terlebih dahulu   mengampuni seseorang yang berada di dekatmu dan paling banyak menyakitimu. Jika kamu mampu melakukannya, kamu dapat mengampuni semua orang yang melakukan kejahatan padamu”. Mengampuni berarti membebaskan dirimu dari kebencian dan membiarkan perasaan damai menguasai hatimu. Sikap yang luar biasa, bukan? Pernahkah kamu mengampuni atau diampuni seseorang? Coba ceritakan pengalamanmu itu secara berkelompok atau kamu dapat berbagi dengan teman sebangku tentang bagaimana kamu

mengampuni ataupun diampuni oleh seseorang. Apa yang kamu rasakan setelah  mengampuni atau diampuni olehnya? Sebaliknya, adakah pengalaman ketika kamu tidak bersedia mengampuni orang lain ataupun tidak diampuni oleh orang lain, bagaimana perasaanmu?

 

B. Memahami Pengampunan

Mengampuni artinya kita memaafkan seseorang atas kesalahan yang dilakukannya dan tidak mengungkit kesalahan itu lagi. Pada kenyataannya cukup sulit untuk melakukannya.  Mengapa? Karena setiap orang memiliki sifat egois atau keakuan yang cenderung  menempatkan dirinya sebagai orang yang paling benar sedangkan orang lain selalu menjadi pihak yang  salah. Mengapa demikian? Karena kita selalu tergoda untuk hanya melihat

ke dalam diri kita saja, kita berpikir dari sudut diri sendiri, dan lupa untuk berpikir dari   sudut orang lain. Contohnya, jika terjadi masalah atau pertikaian dengan teman, kita cenderung menyalahkan teman tanpa mau bersusah payah mencari tahu mengapa dia marah pada kita. Padahal kemungkinan ada perbuatan kita yang tidak berkenan baginya. Banyak orang mengira mengampuni berarti melupakan masalah, merelakan kesalahan  orang lain, membebaskan diri dari kebencian, dendam dan marah. Sebenarnya mengampuni   itu adalah perbuatan yang terutama kita lakukan untuk diri kita sendiri tanpa melupakan orang yang menyakiti kita. Dengan mengampuni kita melepaskan diri kita dari amarah dan dendam, bukan melepaskan orang lain dari pikiran kita. Namun seberapa dalam pun luka  yang telah terjadi, kita tidak akan sembuh dari luka itu sampai kita mengampuni kesalahan  orang yang bersangkutan. Pengampunan adalah sebuah keputusan dari hati dan  mengampuni tidaklah mengubah masa lalu, melainkan mencerahkan masa depan. Artinya, pengampunan yang diberikan tidak berarti menghapus masa lalu karena semua sudah  terjadi. Dengan mengampuni, seseorang dibebaskan dari beban kebencian, dan hati terasa  damai. Dengan begitu langkah ke depan menjadi cerah.

 

Apakah Mudah untuk Melupakan Rasa Sakit Hati Kita?

Dalam beberapa kasus sangat sulit untuk menyembuhkan luka hati dan rasa benci, tetapi  perlu diingat bahwa pengampunan itu dapat berarti hal seperti berikut ini.

1.      Membebaskan diri dari beban kebencian dan menggantinya dengan damai sejahtera.  Coba kamu ambil air putih dan tuangkan kopi kental atau teh sedikit demi sedikit.  Lama kelamaan air putih akan  berubah menjadi kuning untuk teh  dan hitam untuk kopi. Seperti itulah hatimu diubah dari putih menjadi hitam. Kamu tidak ingin hatimu pekat seperti kopi, bukan?

2.      Tidak berarti kita bersedia terluka untuk kedua kalinya. Yusuf memastikan bahwa saudara-saudaranya telah berubah dan dia tidak akan menjadi korban untuk kedua kalinya. Jadi, kamu dapat mengampuni tetapi tidak menyerahkan dirimu untuk menjadi korban kemarahan ataupun Tindakan negatif lainnya.

 

C. Bagaimana Mengampuni?

Kamu pernah dipermalukan oleh seseorang dan hal itu selalu tersimpan didalam ingatanmu.   Semakin kamu mengingatnya, semakin dalam rasa benci. Coba kamu berpikir, mengapa dia melakukan hal itu padamu! Kemudian, cobalah membuat daftar penyebabnya. Misalnya, karena kamu pintar dan tekun belajar, atau karena kamu cenderung tidak mau bergaul sehingga teman-teman memiliki pemahaman yang salah tentang dirimu. Mungkin karena kecerobohanmu menyebarkan rahasia yang dipercayakan padamu, atau karena kamu lalai mengundangnya ke pesta ulang tahunmu, atau karena kamu punya teman baru. Jika dirunut, selalu ada hubungan sebab akibat dalam rusaknya sebuah hubungan yang berakhir dengan pertengkaran dan kebencian juga dendam. Jika kita bersikap objektif, kita akan temukan bahwa kedua belah pihak turut menyebabkan rusaknya hubungan antarteman atau

saudara. Dalam kisah Yusuf dan saudara-saudaranya, ia sadar bahwa dahulu ayahnya

terlalu mencintai dan mengistimewakan dirinya. Hal itu menyebabkan saudara-saudaranya iri hati dan mereka membencinya. Wujud dari kebencian itu, mereka menjualnya sebagai budak. Namun, dia tidak membenci mereka, tetapi Yusuf juga tidak secara otomatis mengampuni saudara-saudaranya. Dia menguji saudara-saudaranya dengan cara  menyelipkan piala ke dalam  karung adik mereka yang paling kecil. Yusuf ingin menguji saudara- saudaranya apakah mereka telah berubah, atau mereka akan mengorbankan

adiknya seperti dahulu ketika mereka membenci dan menjualnya sebagai budak. Ternyata, saudara-saudaranya telah berubah. Mereka membela adiknya Benyamin serta  menangisinya, bahkan kakak tertua rela ditahan untuk menggantikan adiknya.  Melalui cara itu, Yusuf mengetahui  bahwa kini saudara-saudaranya telah berubah dan karena itu, sudah waktunya dia menyatakan dirinya pada mereka dan memaafkan mereka. Yusuf tidak menanti supaya saudara-saudaranya ketakutan dan mengemis untuk dimaafkan, tetapi dialah yang mengambil inisiatif untuk mendatangi mereka. Jadi, pengampunan yang kita berikan pada seseorang hendaknya lahir dari niat baik dan ketulusan hati kita. Yusuf pada dasarnya memiliki hati pemaaf. Sejak dia melihat mereka, dia sudah mulai berupaya  menciptakan pemulihan hubungan persaudaraan mereka. Amatlah penting untuk  menghubungkan pengampunan atau memaafkan dengan memulihkan hubungan. Mengapa

demikian? Jika kita mengampuni seseorang, upaya kita tidak berhenti hanya pada sekadar mengampuni, kita juga berupaya memulihkan hubungan kita dengan orang itu. Jika  mengandalkan kemampuanmu sendiri, tentu sangat  sulit untuk mengampuni sesama.  Mintalah pada Tuhan agar dapat membantu kamu diberikan hikmat supaya dapat  mengampuni orang lain dan juga bersedia memohon maaf pada orang lain atas  kesalahanmu.

 

Mendalami Alkitab

Baca dengan teliti Matius 18:22-35 yang berisi perumpamaan mengenai orang yang kesalahannya telah diampuni, tetapi dia tidak mau mengampuni kesalahan orang lain. Sang raja adalah Tuhan, sedangkan yang berutang adalah umat Tuhan. Simpulan perumpamaan ini   terdapat dalam (ayat 35). Coba tuliskan pendapatmu tentang bagian Alkitab ini  dikaitkan dengan topik mengampuni! Bandingkan dengan pengalamanmu seperti yang telah dibahas dalam pengantar pelajaran ini.

 

Rangkuman

Allah telah terlebih dahulu mengampuni kita, Dia mengirimkan Yesus Kristus untuk menyelamatkan kita. Cara kita menjawab pengampunan Tuhan adalah dengan mengampuni orang lain yang bersalah kepada kita ataupun rela meminta pengampunan pada seseorang yang kita rugikan dan sakiti. Banyak orang masih merasa sulit untuk mengampuni orang lain maupun meminta pengampunan atas kesalahannya karena mereka selalu berpikir kalau dirinya benar. Memang, jika mengandalkan kemampuan diri sendiri, sulit untuk mengampuni orang lain begitu saja, tetapi orang beriman dapat mengandalkan karunia Roh Kudus untuk membantu menggerakkan hatinya dalam mengampuni orang lain.

 

 

Tugas

1.       Apa perasaanmu ketika mengampuni dan diampuni

2.      Tuliskanlah  pemahamanmu tentang arti mengampuni. 

3.      Mengapa hal pengampunan penting bagi orang Kristen?

4.      Apakah menurut kamu, dalam hidup ini kita perlu mengampuni  orang lain? Sebaliknya, apakah kita membutuhkan pengampunan dari orang lain?

5.      Tuliskan doa yang intinya kamu memohon pengampunan dari Allah, juga memohon ampun atas semua kesalahan yang telah kamu perbuat pada sesama maupun Tuhan.

 

Indayari

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar